Wednesday, August 19, 2015

Menjalani Pemeriksaan Rontgen Ketika Hamil

Berikut ini ada dua artikel terpercaya yang menjelaskan apa yang harus dilakukan ketika menjalani pemeriksaan rontgen ketika hamil dan seberapa bahaya hal tersebut jika dilakukan.

Menjalani Pemeriksaan Rontgen Ketika Hamil

Pemeriksaan gigi dengan sinar rontgen (atau pemeriksaan rontgen lainnya atau CT scan) biasanya ditunda hingga setelah melahirkan, sekadar untuk berjaga-jaga. Akan tetapi, jika menunda pemeriksaan rontgen menimbulkan resiko yang lebih besar dibandingkan dengan jika hal iitu dilakukan saat ini, sebagian besar dokter dan bidan akan mengizinkan Anda untuk menjalaninya Risiko penggunaan sinar rontgen pada wanita hamil sangat rendah. Sinar rontgen untuk pemeriksaan gigi diarahkan ke mulut, tentu saja, sehingga Rahim Anda berada cukup jauh dari sinar tersebut. Dosis sinar rontgen yang digunakan pun biasanya kecil. Bahaya terhadap janin hanya terjadi pada dosis yang sangat tinggi sehingga perlu dihindari. Namun, jika anda perlu menjalani pemeriksaan rontgen ketika hamil, ingatlah panduan berikut ini.

  1. Jangan lupa menyampaikan kepada dokter yang meminta Anda menjalani pemeriksaan rontgen dan operator yang menjalankan pemeriksaan bahwa Anda sedang hamil, walaupun Anda yakinmereka sudah mengetahuinya.
  2. Jalani pemeriksaan di tempat yang memiliki izin resmi dan operator yang terlatih
  3. Jika memungkinkan, perlengkapan sinar rontgen sebaiknya diarahkan sedemikian rupa hingga bagian tubuh lain yang tidak hendak diperiksa hanya terkena sinar sesedikit mungkin. Kenakan plindung khusus untuk menutupi rahim dan leher Anda.
  4. Ikutilah petunjuk operator dengan cermat dan jangan bergerak saat melakukan pemotretan sehingga pemotretan tidak perlu diulang.
Jika pernah menjalani pemeriksaan dengan sinar rontgen sebelum Anda mengetahui bahwa Anda hamil, tidak perlu cemas.

Sumber: What to Expect When You’re Expecting (Kitab Hamil Terlengkap Sebelum, Selama dan Setelah Melahirkan) oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel. Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Qanita.

A must have book

Apakah Aman Menjalani X-Ray Ketika Hamil?


Hal ini tergantung tipe X-ray yang Anda butuhkan dan seberapa banyak tepatnya radiasi yang akan terpajan pada diri Anda. Semakin tinggi level radiasi, semakin besar resiko terhadap bayi Anda. Mayoritas X-ray, seperti X-ray gigi, tidak akan memberikan bayi Anda radiasi cukup tinggi sampai menimbulkan masalah.

Kekuatan X-ray diukur dengan satuan Rad. Rad adalah unit yang menunjukkan seberapa banyak radiasi yang diserap oleh tubuh. Janin yang terpajan lebih dari 10 rad telah terbukti meningkatkan resiko terkait kemampuan belajar dan masalah pada mata. Namun Anda tidak perlu khawatir. Mayoritas X-Ray lebih lemah dari ini. Jarang ditemukan X-ray lebih kuat dari 5 rad.

Sebagai contoh, jumlah radiasi yang akan janin Anda dapatkan jika Anda menjalani X-ray gigi hanya 0.01 millirad. Satu rad setara dengan 1.000 millirad, maka Anda butuh 100.000 kali rontgen gigi sampai janin anda mendapatkan hanya satu rad. Ini adalah gambaran untuk jenis X-ray lainnya:
  •      60 millirad untuk X-ray dada
  •      290 millirad untuk X-ray perut
  •      800 millirad untuk computerised tomographic (CT) scan
(walaupun begitu, sangat kecil kemungkinan Anda ditawari salah satu dari X-ray ini jika anda hamil)


Sebagai perbandingan, selama hamil janin Anda terpajan sekitar 100 millirad dari radiasi alami matahari dan bumi.


Walaupun resiko dari X-ray rendah, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk menunda X-ray yang tidak perlu sampai bayi anda lahir. Jika dokter anda merasa X-ray diperlukan karena situasi medis tertentu, jangan khawatir. Jumlah radiasi yang akan diterima oleh bayi Anda pada umumnya berada dalam rentang yang aman. Pada hari pemeriksaan pastikan radiographer mengetahui bahwa anda hamil sehingga dia dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan bagi Anda.


Jika anda berada di sekitar radiasi saat bekerja, bicaralah pada boss Anda terkait mengurangi atau mengihangkan resiko terpajan. Anda mungkin perlu untuk mendiskusikan memakai sabuk film yang memonitor jumlah radiasi yang anda terima. Sabuk ini dapat dicek secara berkala untuk memastikan bahwa anda dan bayi anda Aman.

Jika anda menerima radiasi untuk terapi kanker sebelum mengetahui bahwa anda hamil, bicaralah pada onkologis tentang jumlah radiasi yang mungkin janin Anda telah terima.


Sumber: Saya terjemahkan artikel di atas dari Baby Center Australia. Artikel yang sama juga dimuat di Baby Center UK.

Kasus Saya

Dari baca-baca artikel saya mestinya tidak perlu khawatir lagi jika dosis x-ray kemarin hanya 5 rad. Tapi, katanya saya 50 rad (cerita selengkapnya di sini). Syok dong, perkiraan pajanan pada artikel di atas jadi tidak berlaku. Fyi, pemeriksaan yang saya lakukan saat itu cukup banyak: CT Scan, Foto kepala samping, depan, dan foto dada.

Saya cuma berharap petugasnya salah ngomong (seperti ketika dia bilang kalau sudah bertanya saya hamil atau tidak), atau suami saya yang salah dengar. Karena, umumnya foto x-ray jarang sekali di atas 5 rad. Yah, semoga saja hanya 5 rad, bukan 50 rad.

Mohon doanya ya, untuk teman-teman yang membaca blogpost ini. Saya masih menaruh harapan semuanya baik-baik saja. Amiin.

5 comments:

  1. Masih nunggu hasilnya ya, mba? Semoga baik2 saja. *hugs*

    ReplyDelete
  2. Aamiin. Semoga semuanya sehat dan baik2 ya...

    ReplyDelete
  3. semoga sehat dan baik-baik saja amin..

    ReplyDelete
  4. Selamat malam mba Ria, saya salah 1 pembaca blogger kk mengenai x ray saat kehamilan, bolehkan berbagi cerita mengenai kondisi bayi kk saat ini?

    Karena saya mengalami hal yang serupa, di ronsent gigi pada saat usia kandungan 4week, karena kebodohan saya. Mohon penjelasan dan balasannya ka, terimakasih

    ReplyDelete
  5. Selamat malam mba Ria, saya salah 1 pembaca blogger kk mengenai x ray saat kehamilan, bolehkan berbagi cerita mengenai kondisi bayi kk saat ini?

    Karena saya mengalami hal yang serupa, di ronsent gigi pada saat usia kandungan 4week, karena kebodohan saya. Mohon penjelasan dan balasannya ka, terimakasih

    ReplyDelete